Dilema Menggunakan AMP atau Tidak?

Sebelumnya, saya pernah menuliskan bahwa sangat mudah membuat blog full AMP dengan Wordpress. Dan memang begitu adanya. Lebih mudah membuat blog full AMP dengan Wordpress ketimbang menggunakan Blogspot/Blogger. Namun pertanyannya, apakah benar blog dengan AMP lebih baik dibandingkan blog non AMP? Ini yang masih menjadi banyak perdebatan.

Apa itu AMP?

Google AMP adalah singkatan dari Accelerated Mobile Pages. Ini adalah inisiatif open source yang didukung oleh perusahaan teknologi seperti Google dan Twitter. Tujuan dari proyek ini adalah membuat konten web termuat lebih cepat bagi pengguna seluler.

Bagi banyak pengguna seluler, membaca di web sering kali lambat. Sebagian besar halaman kaya konten memerlukan waktu beberapa detik untuk dimuat meskipun pemilik situs telah berupaya keras untuk mempercepat situs web mereka.

Accelerated Mobile Pages atau AMP menggunakan HTML minimal dan JavaScript terbatas. Ini memungkinkan konten dihosting di Google AMP Cache. Google kemudian dapat menyajikan versi cache ini kepada pengguna secara instan ketika mereka mengklik link Anda di hasil pencarian.

Ini sangat mirip dengan Facebook Instant Articles. Namun, Facebook Instant Articles terbatas hanya untuk platform Facebook, lebih khusus lagi untuk aplikasi seluler mereka.

Accelerated Mobile Pages adalah platform-agnostik dan dapat digunakan oleh aplikasi, browser, atau penampil web apa pun. Saat ini digunakan oleh Google, Twitter, LinkedIn, Reddit, dan lainnya.

Dilema AMP atau Tidak?

Pakar SEO mengklaim bahwa Accelerated Mobile Pages akan membantu kita mendapat peringkat lebih tinggi di hasil pencarian Google, dan ini meningkatkan pengalaman pengguna untuk pengguna seluler pada koneksi internet yang lambat. Namun, ada beberapa tantangan bagi pemilik situs web, blogger, dan pemasar. Apa saja itu?

Perlu diketahui, AMP menggunakan kumpulan kode HTML, JavaScript, dan CSS yang terbatas. Sangat terbatas. Artinya, kita tidak dapat menambahkan widget dan fitur tertentu ke situs web AMP kita. Ini membatasi kemampuan kita untuk menambahkan formulir optin email, kotak seperti facebook, dan skrip dinamis lainnya.

Walau Google AMP mendukung Google Analytics, namun, AMP tidak mendukung banyak platform analitik lainnya. Hal yang sama berlaku juga untuk opsi periklanan yang dibatasi untuk memilih beberapa platform periklanan.

Terlepas dari keterbatasannya itu, Google tetap merekomendasikan halaman AMP dengan memberi mereka boost situs AMP, dalam pencarian seluler.

Nah, kalau sebagian besar traffic blog Anda berasal dari seluler, akan menguntungkan menggunakan AMP di blog atau situs kita.

Namun, ada banyak komplain dari blogger mengenai AMP ini.

Salah satunya adalah Alex Kras yang mengklaim bahwa kita berpotensi kehilangan traffic seluler jika mengaktifkan Google AMP. Silahkan baca artikelnya dengan saksama karena itu adalah masalah besar, dan terlepas dari apa yang dikatakan oleh Google Tech Lead untuk proyek AMP, namun tidak ada solusi bagus yang mengatasi masalah tersebut.

Berikutnya adalah Terrence Eden yang menyoroti kesulitan untuk beralih kembali dari Google AMP jika kita berubah pikiran di masa depan. Kami tidak percaya ini adalah masalah besar karena kita dapat melakukan pengalihan 301. Namun, tetap saja itu adalah sesuatu yang perlu kita pikirkan.

Itu yang semakin membuat saya yakin untuk tidak lagi menggunakan AMP. Dan kalau saya amati, banyak blog yang memuat tulisan mengenai AMP, justru tidak menggunakan AMP di blog mereka.

Jadi, saya memutuskan untuk tidak lagi menggunakan AMP di blog atau website saya (atau yang saya kelola) yang menggunakan Wordpress untuk saat ini. Bagaimana dengan Anda? (diolah dari wpbeginner dan sumber lain).

Notes : sssttt... saya sudah menemukan sebuah platform yang bagus untuk blogging. Fast loading, dan kita ga akan dipusingkan lagi dengan loading blog dan bermacam plugin. Apa itu? Tunggu ya... Saya akan posting di artikel lain. Ini sudah terlalu panjang.